Severity: Warning
Message: Trying to access array offset on value of type bool
Filename: controllers/Berita.php
Line Number: 57
Backtrace:
File: /home/cyberblitar/public_html/application/controllers/Berita.php
Line: 57
Function: _error_handler
File: /home/cyberblitar/public_html/index.php
Line: 295
Function: require_once
Severity: Warning
Message: Trying to access array offset on value of type bool
Filename: controllers/Berita.php
Line Number: 58
Backtrace:
File: /home/cyberblitar/public_html/application/controllers/Berita.php
Line: 58
Function: _error_handler
File: /home/cyberblitar/public_html/index.php
Line: 295
Function: require_once

(cyberblitar) Ritual, memainkan peran yang sangat penting di masyarakat, hal ini karena ritual adalah sebuah aktifitas yang berulang di masyarakat dari dulu hingga kini, bukan sekedar "budaya" namun merupakan wadah untuk mewariskan nilai-nilai, norma, dan keyakinan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Ritus tidak sekedar menjaga lingkungan dan etika sosial di masyarakat, akan lebih dari itu melaksanakan Ritus adalah bentuk tanggungjawab manusia dalam mensyukuri nikmat yang telah Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa berikan pada umat-Nya. Maka definisi Ritus adalah suatu tindakan biasa dalam bidang keagamaan yang bersifat seremonial dan tertata, sedangkan Ritual yaitu serangkaian tindakan atau perilaku yang berulang dan terstruktur yang mengubah kondisi internal atau eksternal seseorang, kelompok, atau lingkungan, terlepas dari pemahaman sadar, konteks emosional, atau makna simbolis.
Sedangkan dari sudut pandang Islam bahwa Ritual atau ibadat, merupakan essensi setiap agama. Dalam Islam, ritual, berarti pengabdian diri kepada Allah SWT. Dalam arti luas, ritual Islam mencakup seluruh kegiatan manusia, termasuk kegiatan duniawi sehari-hari jika dilakukan dengan sikap batin dan niat penghamban kepada-Nya. Inilah yang dimaksud dalam Firman Allah bahwa manusia dan jin tidaklah diciptakan, kecuali untuk beritual kepada-Nya (Q.S.51:56), Puasa, Sholat, Ibadah Haji mengandung beberapa ritual agar pelaksanaannya sempurna dan diterima. Kota Blitar memiliki Kegiatan Budaya berupa Grebeg Pancasila, dalam kegiatannya terdapat 5 rangkaian yang dilakukan sehingga menjadi Kegiatan Upacara Budaya Grebeg Pancasila,yaitu:
Grebeg Pancasila adalah sebuah aktifitas di masyarakat yang penuh akan makna sebagai upaya literasi pada masyarakat terhadap Nilai - Nilai Pancasila yang di visualisasikan (simbol) dalam bentuk - bentuk ritual agar masyarakat lebih mudah memahami dan memaknai nilai tersebut yang akhirnya mampu di-implementasikan dengan baik di masyarakat. Grebeg Pancasila adalah bentuk kemajuan budaya dan peradaban masyarakat di Kota Blitar, dalam menghargai PANCASILA sebagai DASAR BERNEGARA, maka tentu akan selau berpegang pada kendali agama yang ada, Karena Grebeg Pancasila adalah ritual budaya dan bukan ritual keagamaan, sehingga tentu sangat jauh dari hasrat untuk "menyekutukan Tuhan".
Kegiatan Grebeg Pancasila hingga saat ini telah berjalan lebih dari 25 Tahun, dari perjuangan dan dedikasi budayawan dan seniman di Kota Blitar yang juga telah dilaksanakan beberapa kajian dan sarasehan yang kemudian menjadi bagian dari perjalanan sejarah ditetapkannya 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila oleh Presiden RI Joko Widodo melalui KEPPRES Nomor 24 Tahun 2016.
Daftar Pustaka :
Uji Petik Dana Indonesiana, Kampoeng Cyber Terima Kunjungan Kemenbud RI, LPDP Kemenkeu RI dan BPK RI
Harmoni Tabuh Sunyi, Ide Cerita Film Angkat Potensi Wisata & Ekraf Kota Blitar, Lolos Komfilasi 2025