Severity: Warning
Message: Trying to access array offset on value of type bool
Filename: controllers/Berita.php
Line Number: 57
Backtrace:
File: /home/cyberblitar/public_html/application/controllers/Berita.php
Line: 57
Function: _error_handler
File: /home/cyberblitar/public_html/index.php
Line: 295
Function: require_once
Severity: Warning
Message: Trying to access array offset on value of type bool
Filename: controllers/Berita.php
Line Number: 58
Backtrace:
File: /home/cyberblitar/public_html/application/controllers/Berita.php
Line: 58
Function: _error_handler
File: /home/cyberblitar/public_html/index.php
Line: 295
Function: require_once

(cyberblitar) Udeng Joko Pangon yang bermotif Puspa Dahana adalah sebuah Udeng yang diinisiasi oleh Mahasiswa UNESA Peserta Program Wiradesa bersama Kampoeng Cyber Blitar, Udeng ini merupakan produk turunan dari Motif Batik Puspa Dahana yang dihasilkan dari kajian dan penelitian terhadap Candi Gedog dan Folklor Joko Pangon. Mahasiswa UNESA dalam melaksanakan Wiradesa selama 6 bulan di Kelurahan Gedog dengan pendampingan Kampoeng Cyber akhirnya memunculkan Motif Batik Puspa Dahana tersebut, kemudian dibuat produk turunan Udeng yang diberi nama "Joko Pangon".
Motif Batik Puspa Dahana adalah perpaduan dari hasil kajian Candi Gedog sebagai peninggalan sejarah klasik sekaligus dipercaya menjadi landasan terciptanya folklore Joko Pangon ditampilkan dalam setiap motif yang ada pada gambar di atas. Motif-motif tersebut diantaranya: agni, lung patra, ombak banyu, suluran, wos wutah, damar kambang, plisir pasagen, sekar tanjung, prapen, dan ilat-ilat dahana. Setiap motif tersebut mempunyai filosofi yang telah dikurasi oleh Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dari tata bahasa dan maknanya, adapun secara singkat mungkin dapat disampaikan sebagai berikut :
Dari Makna tersebut diatas kemudian diwujudkan dalam bentuk udeng Segi Empat berukuran 1 Meter x 1 Meter yang dalam penggunaannya utuh persegi empat tidak bisa di potong setengahnya menjadi segitiga atau yang lainnya, karena tentu akan menghilangkan makna dan filosofi dari Motif Puspa Dahana dan Udeng Joko Pangon itu sendiri, dan saat diterapkan menjadi sebuah Pakaian Tradisional Identitas tentu sudah tidak bermakna identitas lagi, selain itu dalam HAKI tertuang proses, bentuk dan corak serta motif Puspa Dahana tersebut, mudah - mudahan dengan memahami hal tersebut keberadaan Motif Batik Puspa Dahana tetap dapat dilestarikan dan dimaknai dengan bijaksana oleh semua pihak.
Uji Petik Dana Indonesiana, Kampoeng Cyber Terima Kunjungan Kemenbud RI, LPDP Kemenkeu RI dan BPK RI
Harmoni Tabuh Sunyi, Ide Cerita Film Angkat Potensi Wisata & Ekraf Kota Blitar, Lolos Komfilasi 2025